Seni pahat adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berbentuk tiga dimensi. Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau kasting (dengan cetakan) https://pragmatic.sg-host.com/. Seiring dengan pertumbuhan seni patung modern, maka karya-karya seni patung menjadi makin lama beragam, baik bentuk maupun bahan dan tehnik yang digunakan, bersamaan dengan pertumbuhan teknologi dan juga penemuan bahan-bahan baru.

Seni patung di Indonesia adalah seni yang diciptakan dengan fungsinya sendiri – sendiri. contohnya di Bali patung digunakan untuk bersembahyang berbeda dengan tempat lain. Seni patung termasuk banyak digunakan sebagai monumen yang mengabadikan momen mutlak atau menghargai tokoh, terutama pejuang kemerdekaan. Kelahiran Seni patung modern Indonesia di mulai oleh para seniman (antara lain Hendra Gunawan, Trubus, Edhi Soenarso, dll) yang membawa dampak karya-karya patung pahatan berasal dari batu vulkanik di Yogyakarta, pada tahun 50-an. Berbagai patung figuratif itu lebih dari satu masih tersedia di halaman gedung DPRD D.I Yogyakarta. Seni patung modern baru dikembangkan dan dipelajari secara akademik sesudah adanya Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) di Yogyakarta.

Perkembangan Seni Pahat Pengaruh Ajaran Hindu Dan Buddha Di Asia

Berbagai macam tipe patung terkandung di banyak wilayah yang berbeda di Asia, kebanyakan terpengaruh oleh agama Hindu dan Buddha. Berikut lebih dari satu penyebaran patung Hindu dan Buddha pada beragam negara di Asia:

  • Kamboja
    Meskipun negara ini nyaris seperti Las Vegas versi Asia yang miliki banyak kasino seperti yang tersedia pada sbobet88 casino, namun lebih dari satu besar miliki patung Hindu yang dijaga kelestariannya di Angkor. Akan namun penjarahan terorganisir yang berjalan berdampak besar pada banyak web peninggalan di negara itu.
  • Thailand
    Kebanyakan patung dikhususkan pada bentuk Buddha.
  • Indonesia
    Patung-patung yang terpengaruh agama Hindu banyak ditemui di web Candi Prambanan dan beragam tempat di Jogjakarta. Sedangkan dampak agama Buddha ditemui di web Candi Borobudur.
  • India
    Karya patung pertama kali ditemukan di peradaban Lembah Indus (3300-1700) SM. Ini adalah salah satu perumpamaan awal karya patung di dunia. Kemudian, sesudah Hinduisme, Buddhisme dan Jainisme berkembang lebih jauh, India menciptakan patung-patung tembaga dan juga pahatan batu dengan tingkat kerumitan yang besar, seperti yang terkandung pada cakrabet hiasan-hiasan kuil Hindu, Jain dan Buddha.
  • Jepang
    Karya patung dan lukisan yang tak terlalu banyak karena seni tradisional Jepang berupa kaligrafi, sering kali di bawah sponsor pemerintah. Kebanyakan patung di Jepang dikaitkan dengan agama, dan bersamaan dengan berkurangnya peran tradisi Buddhisme, tipe penggunaan bahannya termasuk berkurang. Selama periode Kofun (abad ketiga), patung tanah review yang disebut haniwa didirikan di luar makam. Di dalam Kondo yang berada di Horyu-ji terkandung Trinitas Shaka (623), patung Buddha yang berbentuk dua bodhisattva dan juga patung yang disebut dengan Para Raja Pengawal Empat Arah.Patung kayu (abad 9) mengambarkan Shakyamuni, salah satu bentuk Buddha, yang menghiasi bangunan sekunder di Muro-ji, adalah ciri khas berasal dari patung awal periode Heian, dengan tubuh berat, dibalut lipatan draperi tidak tipis yang dipahat dengan gaya hompa-shiki (ombak bergulung), dan juga ekspresi wajah yang terkesan benar-benar dan menarik diri. Sekolah seni patung Kei, menciptakan gaya patung baru dan lebih realistik.

Seni Pahat Pada Masa Dinasti

Artifak-artifak yang ditemukan di Republik Rakyat Tiongkok berasal berasal dari sekitar th. 10.000 SM. Kebanyakan karya patung Tiongkok yang dipajang di museum berasal berasal dari lebih dari satu periode sejarah, Dinasti Zhou (1066-221 SM) menghasilkan bermacam macam tipe bejana perunggu cetak dengan hiasan yang rumit. Dinasti Qin (221-206 SM) yang kondang dengan patung barisan tentara yang dibuat berasal dari terracota.

Dinasti Han (206 SM – 220AD) dengan patung-patung figur yang mengesankan kekuatan. Patung Buddha pertama ditemui pada periode Tiga Kerajaan (abad ketiga). Yang diakui sebagai zaman keemasan Tiongkok adalah periode Dinasti Tang, pada saat perang saudara. Patung-patung figur dekoratif dibuat dalam jumlah banyak dan diekspor untuk dana peperangan. Setelah akhir Dinasti Ming (akhir abad 17) nyaris tidak tersedia patung yang dikoleksi museum.

Lebih banyak berbentuk perhiasan, batu mulia, atau gerabah—dan pada abad 20 yang gegap gempita sama sekali tidak tersedia karya yang dikenali sebagai karya patung, meskipun saat itu terkandung sekolah patung yang bercorak sosial realis dampak Soviet di awal dekade rezim komunis, dan pada perubahan abad, para pengrajin Tiongkok menjadi mendominasi genre karya patung komersial (patung figur miniatur, mainan dsb) dan seniman garda depan Tiongkok menjadi berpartisipasi dalam seni kontemporer Eropa Amerika.