Home » seni rupa » Mengetahui Kawung, Salah Satu Motif Batik Tertua di Nusantara

Mengetahui Kawung, Salah Satu Motif Batik Tertua di Nusantara

Mengetahui Kawung, Salah Satu Motif Batik Tertua di Nusantara – Pemerintah Indonesia mempertimbangkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Batik Slot Maxwin diketahui sudah ada dan berkembang jauh sebelum Indonesia merdeka.

Batik yaitu karya seni rupa yang awalnya dihasilkan dengan teknik manual mengandalkan artikel tangan dengan canting dan malam. Batik seperti ini diketahui dengan batik tulis.

Teknik Batik Dikenalkan Semenjak Abad ke-6

Seorang peneliti dan pustakawan asal Belanda, G.P Rouffaer, mengatakan bahwa teknik semacam itu kemungkinan dipersembahkan dari India atau Srilanka pada abad ke-6 atau 7. Demikian seperti dikatakan Suerna Dwi Lestari dalam buku Mengetahui Aneka Batik.

Batik terdiri dari berjenis-jenis motif slot gacor rtp dan semakin bertambah seiring perkembangan zaman. Motif batik Kawung menjadi salah satu motif batik tertua di Nusantara.

Koeswadji mengatakan dalam bukunya yang berjudul Mengetahui Seni Batik di Yogyakarta, motif batik Kawung dihasilkan oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo di Mataram yang hidup pada 1593-1645.

Di sisi lain, ada sumber yang menyebut bahwa motif gadunslot88.com Kawung sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Dikatakan, Raden Wijaya yang dikala itu memerintah pada 1293-1309 sudah menerapkan kain batik motif Kawung.

Eksistensi relief di Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang membuktikan motif yang mirip dengan motif batik ikut serta memperkuat anggapan bahwa batik sudah diketahui sejak masa tersebut.

Terinspirasi dari Buah Palem
Dalam versi Sultan Agung, motif Kawung tersebut diilhami oleh buah dari pohon aren atau palem yang buahnya berbentuk bulat lonjong berwarna putih jernih atau yang sering kali disebut kolang-kaling. Motif ini berbentuk seperti irisan buah kolang-kaling dengan empat sisi simetris.

Adi Kusrianto mengatakan dalam buku Motif Batik Klasik Legendaris Slot Gacor Gampang Menang dan Turunannya, motif Kawung mengandung filosofi perwujudan dari konsep Mandala.

Konsep tersebut lahir dari agama Buddha dan dianut oleh orang Tibet sejak abad ke-5 SM. Kemudian mulai berkembang di berjenis-jenis bangsa, seperti India, Yunani, hingga ke Jawa.

Dalam ajaran Kejawen, konsep Mandala disebut sedulur papat limo pancer. Diceritakan dalam salah satu artikel penelitian perihal Simbolisme Motif Batik Kawung yang terbit dalam Jurnal Ilmiah Seni Budaya, sedulur papat limo pancer yaitu simbol perihal keempat penjuru arah mata angin atau kiblat.

Arah barat menjadi simbol ketidakberuntungan, arah timur memiliki makna sumber untuk seluruh kehidupan, arah utara memiliki makna arah kematian, dan arah selatan memiliki makna puncak dari seluruh-galanya.

Adapun spot di tengah motif tersebut yaitu simbol dari sentra kehidupan manusia di dunia.

Sementara itu, dalam ajaran Islam, Slot Sunan Kalijaga mengatakan konsep tersebut yaitu lambang bahwa kelahiran manusia dibekali empat pengawal, dua di sebelah kiri oleh jin yang tugasnya menggoda dan menyesatkan, dan di kanan ada malaikat yang memberi masukan kebaikan.

Variasi Motif Kawung
Motif Kawung semakin berkembang dan memiliki bawaan-bawaan motifnya. Beberapa di antaranya Kawung Picis, Kawung Bribil, Kawung Sen, Kawung Beton, Kawung Cincang Gori, Kawung Geger, Kawung Kopi Pecah, Kawung Sari, Kawung Sekar Ageng, Kawung Semar, Kawung Buntal, Kawung Kembang, dan Kawung Variasi.

Motif Kawung sebagai salah satu motif batik tertua di Nusantara ini termasuk dalam motif larangan yang ada di lingkungan Keraton Yogyakarta. Dalam undang-undangnya, motif ini hanya boleh diaplikasikan oleh raja dan sentono dalem.


Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *